{"id":1858,"date":"2015-08-12T05:40:22","date_gmt":"2015-08-12T05:40:22","guid":{"rendered":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/?p=1858"},"modified":"2015-10-19T07:42:19","modified_gmt":"2015-10-19T07:42:19","slug":"menpora-hadiri-pameran-seni-silat-mengenang-oong","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/menpora-hadiri-pameran-seni-silat-mengenang-oong","title":{"rendered":"Menpora Hadiri Pameran Seni Silat Mengenang Oong"},"content":{"rendered":"<p><div style=\"width: 483px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/www.katakini.com\/cms\/foto_berita\/73PAMERAN%20SENI%20PATUNG%20PENCAK%20SILAT_bgs%20(1).JPG\" alt=\"Menpora Hadiri Pameran Seni Silat Mengenang Oong\" width=\"473\" height=\"314\" \/><p class=\"wp-caption-text\">Menpora Imam Nahrawi bercanda jurus pencak silat dengan Rosalia Sciortino (istri dari almarhum legendaris silat Sumaryono atau O\u2019ong Maryono) di sela-sela Pameran Seni Patung Pencak Silat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (12\/8).<\/p><\/div><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menpora Imam Nahrawi menghadiri acara Pameran Seni Patung Pencak Silat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (12\/8). Kegiatan ini untuk mengenang almarhum legendaris silat Sumaryono atau O\u2019ong Maryono.<\/p>\n<p>\u201cUntuk melanjutkan pelestarian dan pengembangan budaya silat yang pernah dilakoni O\u2019ong, kami juga menggelar \u201cO\u2019ong Maryono Pencak Silat Award\u201d, sebuah program hibah kecil yang mendanai kegiatan-kegiatan penelitian, dokumentasi dan publikasi mengenai pencak silat agar beladiri seni ini dapat lebih dikenal dan dihargai,\u2019 kata Rosalia Sciortino, istri dari almarhum legendaris silat O\u2019ong Maryono kepada Menpora di sela-sela Pameran Seni Patung Pencak Silat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (12\/8).<\/p>\n<p>Sumaryono yang biasa dipanggil O\u2019ong Maryono lahir di Bondowoso, Jawa Timur, 28 Juli 1953. Sejak kecil O\u2019ong sangat meminati dunia beladiri. Karenanya sejak 9 tahun ia telah mempelajari pencak silat Madura dan Bawean serta berlatih seni beladiri Kuntao. Dari Kakek, Matrawi, O\u2019ong mempelajari jurus Macan Kumbang.<\/p>\n<p>Dalam rentang tahun 1979 sampai 1987 ia memenangkan kompetisi nasional dan internasional pencaksilat yang tak terkalahkan. Di antara prestasi internasional yang diraihnya, ia dua kali menjadi juara dunia pencak silat di kelas bebas pada tahun 1982 dan 1984. Dia juga memenangkan hadiah pertama dalam kategori yang sama di SEA-Games ke XIV yang diselenggarakan tahun 1987 di Jakarta.<\/p>\n<p>Antara tahun 1982 dan 1985 karier O\u2019ong sebagai olahragawan beladiri mendominasi kejuaraan nasional Taek Won Do dan memenangkan juara di kelas berat berat. Setelah mengakhiri kariernya sebagai atlet, O\u2019ong kemudian melanjut-kan kariernya sebagai pelatih silat di berbagai negara antara lain di Brunei Darussalam, Belanda, Filipina, dan baru-baru di Thailand. O\u2019ong juga main di film seni beladiri Indonesia seperti Tutur Tinular, Saur Sepuh dan Jaka Swara.<\/p>\n<p>Setelah bertarung dengan gagah berani dan penuh santun di dunia\u00a0 persilatan, Pendekar O&#8217;ong akhirnya pasrah menjalani takdir. Setelah berikhtiar melawan kanker, Pendekar O&#8217;ong wafat di Singapura 20 Maret 2013 dipelukan istrinya, Prof. Rosalia (Lia) Sciortino, didampingi keluarga dan teman. Atas permintaan keluarga KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), jenazah Pendekar O&#8217;ong diterbangkan dari Singapura ke Jakarta dan dimakamkan di kompleks pemakaman Pesantren Ciganjur Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cO\u2019ong merupakan sosok olahragawan yang tangguh. Juga upayanya untuk terus mengembangkan silat \u00a0yang merupakan beladiri asli Tanah Air ke pentas internasional. Beliau merupakan inspirasi bagi kita kita semua,\u201d kata Menpora.<\/p>\n<p>__<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0<a href=\"http:\/\/www.katakini.com\/berita-menpora-hadiri-pameran-seni-silat-mengenang-oong.html\">http:\/\/www.katakini.com\/berita-menpora-hadiri-pameran-seni-silat-mengenang-oong.html<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Menpora Imam Nahrawi menghadiri acara Pameran Seni Patung Pencak Silat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (12\/8). Kegiatan ini untuk mengenang almarhum legendaris silat&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1858"}],"collection":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1858"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2778,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1858\/revisions\/2778"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}