{"id":1889,"date":"2015-07-28T06:23:45","date_gmt":"2015-07-28T06:23:45","guid":{"rendered":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/?p=1889"},"modified":"2015-10-18T12:27:14","modified_gmt":"2015-10-18T12:27:14","slug":"25-pematung-bikin-karya-tentang-silat","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/25-pematung-bikin-karya-tentang-silat","title":{"rendered":"25 Pematung Bikin Karya tentang Silat"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/cdn.tmpo.co\/data\/2013\/06\/20\/id_194829\/194829_620.jpg\" alt=\"25 Pematung Bikin Karya tentang Silat \u00a0\" width=\"620\" height=\"357\" \/><\/p>\n<p>Dolorosa Sinaga<\/p>\n<p><strong>TEMPO.CO, Jakarta<\/strong>\u00a0&#8211; Sebanyak 25 perupa akan memamerkan karya patung beragam medium yang terinspirasi dari gerakan-gerakan pencak silat. Pameran yang digelar untuk memperingati mendiang O\u2019ong Maryono, tokoh silat Nusantara, akan dibuka pada Sabtu, 1 Agustus 2015, di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cKita akan melihat berbagai interpretasi seniman atas gerak-gerik pencak silat,\u201d kata Ketua Dewan Kurator Dolorosa Sinaga, Selasa, 28 Juli 2015. \u201cSaya sampai tertawa-tawa sendiri melihat interpretasi mereka yang bermacam-macam itu,\u201d ucapnya mengomentari karya yang akan dipajang di pameran bertajuk\u00a0<em>Ekspresi Keindahan Rasa dan Bentuk dalam Gerak Pencak Silat\u00a0<\/em>tersebut.<\/p>\n<p>Seniman yang urun karya berasal dari berbagai daerah dan beragam usia. Ada yang senior, ada juga\u00a0yang baru. Di antaranya Tanto Adjie, Taufan A.P., Indra Gunadharma, Ady Putraka Iskandar, Galang Aldinur Masabi, dan Handhika Ibnu Sanjaya. \u201cSebagian dari mereka diundang untuk ikut pameran, sebagian mendaftar sendiri,\u201d ujar Rosalia Sciortino, istri O\u2019ong sekaligus panitia acara.<\/p>\n<p>Persiapan pameran, tutur Dolorosa, berlangsung sejak setahun lalu. Seniman-seniman diajak untuk membuat karya yang berkaitan dengan pencak silat. Mereka dipersilakan jalan sendiri untuk mencari referensi dan inspirasi soal pencak silat. Masing-masing perupa dibolehkan memajang maksimal tiga karya. \u201cIni adalah pameran patung tentang pencak silat yang pertama di Indonesia. Mungkin juga di dunia,\u201d kata Dolorosa.<\/p>\n<p>Ide tentang pameran ini tercetus setelah Dolorosa diminta membuat sebuah patung tentang silat dan O\u2019ong untuk acara O\u2019ong Maryono Pencak Silat Award. Pematung senior itu berpikir alangkah baiknya jika yang terlibat membuat patung tidak hanya dia. \u201cTapi seniman-seniman lain juga,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Apalagi gerak silat dengan seni membuat patung sebenarnya banyak persilangan. Dalam silat, terkandung elemen gerak, bentuk, jiwa, dan rasa. \u201cBegitu pula dalam mematung,\u201d ujar Dolorosa.<\/p>\n<p>O\u2019ong adalah mantan atlet silat legendaris kelahiran Bondowoso, 28 Juli 1953. Sejak 1979, O\u2019ong mempertahankan gelar juara nasional dan internasional pencak silat selama delapan tahun berturut-turut. Bukan sekadar menjadi atlet, ia juga membuat penelitian dan menulis buku tentang silat berjudul\u00a0<em>Pencak Silat<\/em>:\u00a0<em>Merentang Waktu\u00a0<\/em>(2008). Ia wafat pada 2013 akibat kanker usus buntu. Rencananya, pameran akan berlangsung dua pekan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dolorosa Sinaga TEMPO.CO, Jakarta\u00a0&#8211; Sebanyak 25 perupa akan memamerkan karya patung beragam medium yang terinspirasi dari gerakan-gerakan pencak silat. Pameran yang digelar untuk memperingati mendiang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1889"}],"collection":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1889"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1889\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2754,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1889\/revisions\/2754"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}