{"id":3826,"date":"2014-03-31T19:57:44","date_gmt":"2014-03-31T12:57:44","guid":{"rendered":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/?p=3826"},"modified":"2018-11-12T20:01:25","modified_gmt":"2018-11-12T13:01:25","slug":"pendekar-tak-pernah-mati","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/pendekar-tak-pernah-mati","title":{"rendered":"Pendekar Tak Pernah Mati"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3827\" src=\"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/07_01.jpg\" alt=\"07_01\" width=\"500\" height=\"367\" srcset=\"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/07_01.jpg 500w, http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/07_01-300x220.jpg 300w, http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/07_01-320x235.jpg 320w, http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/07_01-180x132.jpg 180w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/p>\n<p><em>(Refleksi mengenang O\u2019ong Sumaryono secara guyon, dibacakan pada peringatan 100 hari dan setahun wafatnya)<\/em><\/p>\n<p>Setiap terkenang Mas O\u2019ong Sumaryono, saya selalu terkenang jiwa seorang pendekar. Jiwa seorang pendekar itulah, yang kini sulit kita temukan pada para pemimpin kita hari ini.<\/p>\n<p>Kita mengenal banyak nama pendekar. Seperti Si Jampang, Si Pitung yang memiliki jurus-jurus silat. Ada banyak nama jurus-jurus yang hebat. Dulu kita mengenal jurus Cimande\u2026. Ada juga jurus Cibitung\u2026. Jurus\u00a0 Cikotok\u2026 Namun sialnya sekarang semua jurus-jurus yang menandai identitas lokal itu seperti tenggelam oleh satu jurus yang sangat hebat yang dianut para politikus kita: Jurus Cikeas\u2026<\/p>\n<p>Dalam ilmu bela diri, ada istilah tingkatan kependekaran yang ditandai dengan \u201csabuk\u201d. Ada sabuk putih, sabuk merah, sabuk hitam. Sekarang orang lebih mengenal \u201csabuk pengaman\u201d. Lebih dikenal lagi, \u201csarung pengaman\u201d.<\/p>\n<p>Dalam ilmu beladiri semacam karate, kempo dan sebangsanaya, juga ada tingkatan yang disebut \u201cDan\u201d\u2026 Biasanya, pesilat \u201cDan Satu\u201d akan kalah melawan pesilat \u201cDan Dua\u201d\u2026. Pesilat \u201cDan Dua\u201d akan kalah melawan pesilat \u201cDan Tiga\u201d\u2026. Nah, di zaman Orde Baru, \u201cDan Tiga\u201d pasti kalah melawan \u201cDanramil\u201d\u2026<\/p>\n<p>Tapi sekarang ini \u201cDan Tiga\u201d bahkan \u201cDanramil\u201d pun, akan kalah melawan \u201cDan Kawan-kawan\u201d\u2026 karna sekarang orang lebih suka main keroyokan\u2026 Bahkan politisi kita pun lebih suka keroyokan\u2026 sampai-sampai melakukan korupsi pun dilakukan dengan cara keroyokan\u2026kalau istilah syariahnya: korupsi berjamaah\u2026<\/p>\n<p>Inilah ironi kita. Nyaris tidak ada politisi kita yang berani muncul sebagai pendekar\u2026 Karna memang jarang sekali ada politisi kita yang memiliki jiwa pendekar\u2026 Pendekar bukanlah orang yang sembunyi dalam kerumunan. Pendekar ialah mereka yang berani menanggung akibat paling buruk dan paling pahit, meski semua itu harus ditanggung sendirian.<\/p>\n<p>Saya tertarik merefleksikan perjalanan hidup kependekaran Mas O\u2019ong Sumaryono berkaitan dengan situasi politik kita hari ini. Sepertinya memang ada hal yang menarik antara dunia persilatan dan dunia perpolitikan.<\/p>\n<p>Dalam cerita-cerita silat karangan Asmaran S Kho Ping Ho, kita akan bertemu dengan bermacam nama partai silat. Ada Partai To Liong To. Ada Partai Pengemis Sakti. Ada juga nama-nama partai yang diambil dari nama binatang. Ada Partai Kera Sakti. Ada Partai Naga Sakti, Partai Walet Merah, Partai Harimau Lapar, Partai Gagak Hitam\u2026Yang menarik, ternyata ada satu nama binatang yang tidak pernah digunakan sebagai nama partai di dunia persilatan. Yakni: Sapi!!! Barangkali karna sapi memang lebih cocok dipakai sebagai nama partai politik\u2026PKS &#8211; Partai Kanuragan Sapi. Bahkan saking populernya sapi di ranah politik, ungkapan bijak dari khasanah Jawa <em>\u201cSepi ing pamrih, rame ing gawe\u201d<\/em> sekarang telah berubah menjadi <strong><em>\u201cSapi ing pamrih, rame ing garwo.\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Kecintaan Mas O\u2019ong pada dunia silat, telah menempatkannya sebagai seorang pendekar. Soal pendekar ini, saya rasa sangat relevan dengan situasi hari ini. Ada yang guyon, kalau \u201cPENDEKAR\u201d itu itu akronim \u201cpendek dan kekar\u201d\u2026 Tapi PENDEKAR juga bisa berarti \u201cpemimpin dengan karakter\u201d\u2026 Karna seorang pemimpin ibarat seorang pendekar yang mesti memiliki karakter yang kuat\u2026 kalau kata dalam bahasa sekarang, pemimpin itu tidak boleh alay\u2026 Kita tidak menginginkan ada pemimpin yang lebay\u2026yang dikit-dikit curhat, dikit-dikit prihatin\u2026 pemimpin yang lebih suka bertemu pesohor sepakbola dari luar negeri, ketimbang bertemu dengan orang-orang Syiah yang terusir dari Sampang Madura.<\/p>\n<p>Kalau kata Mas O\u2019on, ibarat pendekar, seorang pemimpin itu harus berani menghadapi masalah. Pertempuran sejati seorang pendekar adalah berani bertarung dengan masalah dalam batinnya. Pendekar bukanlah sekedar kemampuan mengalahkan orang lain, tetapi yang lebih penting mengalahkan ego diri sendiri.<\/p>\n<p>Saya jadi ingat kata-kara Rendra. Dalam dunia persuratan atau penulisan tak ada pendekar nomer satu. Dalam dunia persilatan, tak ada pendekar nomer dua. Karna pendekar nomer dua adalah orang yang kalah dalam pertarungan. Dulu para pendekar memang selalu bertarung memperebutkan menjadi nomer 1. Kalau sekarang para politikus berebut menjadi RI 1, meski fakta politis hari ini mengisyaratkan mereka yang menyangka dirinya pendekar hanya berebut untuk menjadi RI 2&#8230;<\/p>\n<p>Tapi Mas O\u2019ong menunjukkan jalan kependekaran yang lain, yang tidak sekedar ingin menjadi nomer satu. Barangkali karna dunia persilatan memang sudah berubah,&#8230; tak ada lagi pertarungan yang berdarah-darah. Yang ada adalah saling tukar ilmu dan jurus, untuk menyempurnakan ilmu silatnya. Itulah yang diyakini dan dikembangkan Mas O\u2019ong ketika mempelajari ilmu silat.<\/p>\n<p>Ilmu silat, bagi Mas Oong adalah proses belajar, proses berdialog. Mempelajari ilmu silat adalah mempelajari hidup, yang mau menerima gerakan yang berbeda, jurus yang berbeda. Mas O\u2019ong pernah bilang dengan bercanda\u2026, pesilat yang baik adalah pesilat yang mau memahami semua jurus. Dari jurus Macan Kumbang, jurus Cimande\u2026 sampai jurusan Cililitan\u2026<\/p>\n<p>Dengan mempelajari semua jurus itu, sebenarnya kita belajar memahami perbedaan. Itulah yang dipraktekkan Mas O\u2019ong dalam kehidupannya. Misalkan dalam hubungannya dengan Mbak Rosalia, isteri yang dicintainya. Mereka berbeda latar budayanya, beda negeri asalnya, beda warna kulitnya bahkan beda agamanya,&#8230;tapi tetap aman sentosa hidup rukun sampai akhir hayatnya.<\/p>\n<p>Dalam hidupnya, Mas Oong sudah benar-benar menjunjung tinggi dan mempraktekkan wacana pluralisme dan toleransi\u2026. tanpa harus mendapatkan award dari lembaga luar negeri.<\/p>\n<p>Karna itu, mengenang Mas O\u2019ong sesungguhnya juga mengenang seorang pendekar yang mau menerima orang lain. Mas Oong adalah pendekar yang mewarisi kita keteladanan sikap untuk bersikap toleran dengan yang lain, menghormati yang berbeda\u2026 tidak menindas yang minoritas\u2026<\/p>\n<p>Dengan kepribadian dan sikapnya itulah, Mas O\u2019ong telah menjadi pendekar yang tak pernah mati, dalam hati kita. Atau seperti puisi yang ditulis oleh seorang pesilat dari Filipina, yang dipersembahkan kepada Mas O\u2019ong:<\/p>\n<p><em>Ia masih bergerak bersama kita, dan berada di tengah-tengah kita<\/em><\/p>\n<p>Saat ini\u2026 ketika kita mengenang Mas Oong\u2026 di luar sana, di Sampang, ada orang-orang yang terusir karna keyakinannya\u2026 Ada orang-orang yang ditindas karena keyakinannya\u2026. Masih ada kaum yang terusir dari rumah ibadahnya&#8230;<\/p>\n<p>Saya yakin dengan semangat kependekaran dan kemanusiaan yang diwariskan Mas O\u2019ong kepada kita, kita tidak akan membiarkan orang-orang yang yang ditindas karena keyakinannya itu sendirian\u2026<\/p>\n<p>Kita akan menjadi pendekar-pendekar, yang mau membela mereka\u2026<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap terkenang Mas O\u2019ong Sumaryono, saya selalu terkenang jiwa seorang pendekar. Jiwa seorang pendekar itulah, yang kini sulit kita temukan pada para pemimpin kita hari ini.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3826"}],"collection":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3826"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3828,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3826\/revisions\/3828"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/oongmaryonopencaksilataward.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}